PEKANBARU (BM) – Sebanyak 48 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Jumat (30/10/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah dengan temuan hotspot terbanyak, yakni 23 titik.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Bella R. Adelia, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan BMKG, sebaran hotspot di Sumatera juga terdeteksi di sejumlah provinsi lainnya.
Bangka Belitung berada di urutan kedua dengan 17 titik panas, disusul Lampung sebanyak lima titik dan Jambi tiga titik.
“Untuk wilayah Riau, berdasarkan pemantauan hari ini tidak terdeteksi adanya titik panas atau nihil,” ujarnya.
Dengan demikian, dari total 48 titik panas yang terpantau di Sumatera, tidak satu pun terdeteksi di wilayah Riau.
Meski demikian, pemantauan titik panas tetap perlu dilakukan sebagai langkah awal mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mencatat suhu udara di Riau berada di antara angka 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 60 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.








