oleh

Dari Komunitas hingga Event Besar, Riau Creative Hub Terbuka untuk Semua

Riau Creative Hub (RCH) yang berada di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru terus menunjukkan perannya sebagai ruang bersama bagi tumbuhnya ekosistem kreatif di Riau. Tidak hanya menjadi tempat berkumpul, RCH juga hadir sebagai fasilitas yang terbuka dan ramah bagi masyarakat.

Sekretaris Badan Riau Creative Network (BRCN), Raynzi Solihinakta, menjelaskan bahwa hingga saat ini RCH masih berstatus sebagai bangunan bebas objek pajak. Artinya, masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas RCH tidak dipungut biaya apa pun, namun, kegiatan yang diselenggarakan tetap harus memiliki keterkaitan dengan 17 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus RCH.

“Riau Creative Hub (RCH) masih menjadi bangunan bebas objek pajak, masyarakat kalau menggunakan RCH tidak dipungut biaya apapun, tentunya selama acara tersebut beririsan dengan 17 subsektor di RCH,” ujar Raynzi, Senin (15/12).

Dalam hal penyelenggaraan acara, Raynzi menyebut bahwa pengadaan event di RCH dilakukan secara gotong royong bersama. Baik acara berskala kecil maupun besar, pengelola RCH terbiasa mengatur kebutuhan secara mandiri sebagai modal awal.

“Untuk pengadaan event sebagai modal awalnya, dalam konteks RCH mengadakan acara kecil sampai gede, kami biasanya sumsuman atau tek-tek-an,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, Raynzi menyampaikan bahwa kebutuhan seperti sound system, banner, percetakan, hingga lighting sudah tersedia. Jika masih kurang, pihak RCH juga menjalin kerja sama dengan UPT Bandar Serai untuk peminjaman peralatan tambahan.

“Kalau masalah sound, banner, cetak, lighting RCH punya. Kalau kurang, kita bisa pinjam dari UPT Bandar Serai,” kata Raynzi.

Terkait pendanaan, RCH juga membuka peluang kerja sama sponsor. Namun Raynzi menegaskan bahwa sponsor dari produk rokok dan kondom tidak diperkenankan dalam setiap kegiatan yang berlangsung di RCH.

Selain itu, RCH memiliki database UMKM sendiri yang jumlahnya berkisar antara 40 hingga 50 pelaku usaha. UMKM tersebut biasanya dipilih secara acak untuk dilibatkan dalam setiap kegiatan.

Namun, untuk acara yang bersifat kecil dan sederhana, pendekatan yang dilakukan juga lebih fleksibel. Pihak RCH kerap menggandeng pedagang kaki lima di sekitar lokasi tanpa harus memanggil UMKM secara formal.

“Kalau acaranya kecil-kecilan, kami menjajaki jajanan kaki lima lalu memesan porsi secukupnya tanpa memanggil langsung. Kayak ada penjual lotek, bu pesan 20 porsi. Begitu,” tutur Raynzi.

Salah satu kegiatan yang pernah diselenggarakan di RCH adalah Forum Asik Kumpul Komunitas (Fakultas). Acara tersebut menjadi wadah pertemuan lintas komunitas kreatif.

Tidak hanya itu, Fakultas juga menghadirkan ruang diskusi dan pertukaran gagasan. Kegiatan tersebut mencerminkan semangat RCH sebagai ruang inklusif yang mendorong kolaborasi dan kreativitas.