Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Kepulauan Riau (Kepri) dan Sumatra Barat (Sumbar), Syartiwidya mengingatkan pihak sekolah agar lebih teliti dalam menerima dan membagikan makan bergizi gratis (MBG) kepada para siswa. Hal tersebut penting dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima anak-anak dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.
Ia mengatakan bahwa setiap makanan yang sampai di sekolah harus terlebih dahulu dilakukan pengecekan melalui uji organoleptik. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.
“Terkait distribusi di sekolahnya, harapan kami dari pihak satgas mengingatkan kepada sekolah untuk melakukan organoleptik. Artinya makanan itu tiba dilihat, dicek, dicium, diraba, dirasa,” katanya saat melakukan koordinasi dan konsolidasi program MBG dengan Satgas Provinsi, Satgas Kab/Kota & Ka. SPPG, di Pekanbaru, Senin (09/03/2026).
Dijelaskan, metode organoleptik merupakan cara sederhana dan efektif untuk mengetahui apakah makanan masih layak dikonsumsi atau tidak. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan langsung oleh pihak sekolah sebelum makanan dibagikan kepada para siswa.
Ia menambahkan, jika ditemukan makanan yang tidak layak seperti berlendir, berbau, atau mengalami perubahan kondisi, maka makanan tersebut tidak boleh diberikan kepada anak-anak.
“Kalau dia sudah tidak layak, sudah berlendir, sudah berbau, jangan dikasih ke anak-anak kita. Kembalikan kepada Ka SPPG. Sampaikan dengan baik jangan dengan medsos,” jelasnya.
Syartiwidya juga menegaskan agar setiap permasalahan yang ditemukan di lapangan tidak langsung disebarkan melalui media sosial. Ia meminta pihak sekolah menyampaikan terlebih dahulu kepada pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara sekolah dan pihak penyedia sangat diperlukan agar permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat tanpa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami mohon, kita sama-sama jaga program ini. Jangan disebarkan dulu di medsos, sampaikan kepada Ka SPPGnya. Kalau perlu sampaikan ke saya, biar saya tegur langsung dia,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini telah membentuk grup komunikasi khusus bersama para Kepala SPPG. Grup tersebut digunakan sebagai wadah koordinasi untuk membahas berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Melalui komunikasi yang intensif tersebut, berbagai kendala yang terjadi selama pelaksanaan program dapat segera dievaluasi dan diperbaiki.
“Saya sering marahkan mereka, apalagi sekarang sudah punya grup khusus dengan Ka SPPG jadi di situ kita bahasnya,” ungkapnya.
Dituturkan, bahwa pengawasan terhadap program pemenuhan gizi bagi anak-anak menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua pihak diminta bekerja sama agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Karena itu tugas saya supaya mengawasi jalannya program ini dengan baik dan mengawasi pemenuhan gizi itu dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.








