oleh

Komitmen Turunkan Prevelensi Stunting Hingga 10 Persen, Berikut Upaya Pemko Pekanbaru

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sangat berkomitmen untuk menurunkan angka prevalensi stunting yang ditargetkan 10 persen pada tahun 2023. Pencegahan stunting dilakukan demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Pekanbaru.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution mengatakan, sejumlah upaya sudah dilakukan Pemko Pekanbaru untuk menurunkan angka stunting. Terutama di bawah kepemimpinan Pj Wali Kota Pekanbaru, Muflihun.

“Salah satunya yang kita lakukan adalah dengan mendeklarasikan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Dimana setiap satu penjabat OPD di Pemko Pekanbaru, mengasuh satu atau dua anak yang terindikasi stunting di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Program BAAS ini berjalan sekitar awal tahun 2023 lalu. Program BAAS berlangsung selama enam bulan, dimana setiap bulannya bapak asuh akan memberikan bantuan berupa pangan bergizi kepada anak-anak asuhnya.

“Ada susu, telur, beras dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) juga memiliki program pembinaan kepada warga mulai dari masa calon pengantin hingga perawatan balita. Pembinaan juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan mengerahkan tenaga pendamping di Posyandu dan layanan kesehatan.

Pemko Pekanbaru mengajak semua OPD dan bahkan pihak swasta dalam penanganan stunting demi terwujudnya Kota Pekanbaru yang dicita-citakan.

Hingga saat ini, Pemko Pekanbaru terus berkomitmen untuk mencegah kelahiran stunting dan pertumbuhan bayi stunting di Kota Pekanbaru. Sehingga, SDM Kota Pekanbaru akan menjadi generasi sehat dan berprestasi serta berdaya saing tinggi untuk mewujudkan Kota Pekanbaru yang lebih maju.