oleh

Malam Ini Ribuan Umat Muslim Pekanbaru Mulai Salat Tarawih, Besok Puasa Ramadan

Sebagian umat muslim di tanah air mulai malam ini telah melaksanakan ibadah Salat Tarawih, termasuk di Kota Pekanbaru. Mereka yang melaksanakan Salat Tarawih dan Witir ini meyakini magrib, Ahad (10/03/2024) tadi telah masuk 1 Ramadan dan besok telah menjalankan puasa.

 

Salah satu masjid yang telah melaksanakan Salat Tarawih adalah Masjid Alfida milik Muhammadiyah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sukajadi, Pekanbaru. Di sini terpantau ratusan jamaah mengikuti Tarawih berjamaah.

Malam pertama ini ceramah Ramadan disampaikan oleh Ustaz Salahuddin SAg. Dalam ceramahnya beliau mengatakan meski puasa Ramadan dilaksanakan oleh umat muslim setiap tahun, namun tetap ada yang harus diperhatikan dalam berpuasa.

“Saat berpuasa di bulan Ramadan segera berbuka apabila sudah waktunya, makan sahur karena ada barokah di sana. Kemudian jauhi hal-hal yang tercela agar puasa kita tidak sia-sia. Serta perbanyak membaca Alquran,” ujar Ustaz Salahuddin.

Ustaz juga mengingatkan, termasuk makruh kalau bermalas-malasan. Ia mengatakan, lebih baik mengaji daripada memancing ikan atau main catur jika tujuannya untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Sementara itu, pengurus masjid mengajak masyarakat untuk meramaikan dan mengagungkan masjid terutama selama Ramadan, karena ada banyak agenda seperti kajian yang dilaksanakan siang maupun malam Ramadan.

Selain Masjid Al Fida, hal serupa juga terlihat di Masjid Takwa belakang Pasar Pusat Pekanbaru serta sejumlah masjid lainnya milik Muhammadiyah di Riau.

 

Sebelumnya, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1445 H bertepatan dengan tanggal 11 Maret 2024. Penetapan tersebut berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dikatakan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 29 Syakban 1445 H bertepatan dengan I0 Maret 2024 M, ijtimak jelang Ramadan 1445 H terjadi pada pukul 16:07:42 WlB. Sedangkan tinggi bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta adalah +00°56’28” dan hilal sudah wujud.

Pada saat matahari terbenam pada Ahad 10 Maret 2024 M, di Wilayah Indonesia Bulan berada di atas ufuk atau hilal sudah wujud, kecuali di wilayah Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Dengan demikian di wilayah Indonesia tanggal 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Senin 11 Maret 2024 M,” ujar Ketua PWM Riau, Hendri Sayuti.

Hendri Sayuti mengatakan penetapan kalender Qomariyah oleh Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini harus memenuhi tiga kriteria yakni harus terjadi ijtimak atau konjungsi yakni terlihat dan sejajarnya antara Matahari, bulan dan Bumi. Syarat kedua adalah konjungsi harus terjadi sebelum matahari terbenam, dan ketiga yakni lebih dahulu matahari terbenam daripada munculnya bulan.

“Berdasarkan kajian Majelis Tarjih kriteria itu sudah terpenuhi. Maka Muhammadiyah dengan keyakinan menetapkan 1 Ramadan bertepatan Senin 11 Maret 2024. Sementara 1 Syawal 1445 jatuh pada 10 April 2024,” ujarnya.