Tradisi Petang Megang atau Mandi Balimau kembali akan digelar di Kota Pekanbaru, Riau, sebagai bagian dari penyambutan Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M.
Tradisi masyarakat Melayu yang telah berlangsung turun-temurun ini bukan sekadar ritual mandi dan ziarah, tetapi juga menjadi momen mempererat kebersamaan, berbagi dengan anak yatim, serta mengingat nilai penyucian diri sebelum memasuki bulan puasa.
Dalam hal ini, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengatur sejumlah mempersiapkan untuk pelaksanaan tradisi Petang Megang atau Mandi Balimau menjelang masuknya Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M tersebut.
Tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Melayu ini akan dipusatkan di tepian Sungai Siak, tepatnya di halaman Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan.
Rangkaian kegiatan ini nantinya akan diawali dengan Shalat Ashar berjamaah di Masjid Raya Pekanbaru. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru yang berada di kompleks masjid tersebut.
Ziarah direncanakan diikuti oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar sebelum rombongan bergerak menuju lokasi utama kegiatan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, mengatakan pusat kegiatan tahun ini tetap di Rumah Singgah Tuan Kadi.
“Untuk Petang Megang, tahun ini lokasinya di Rumah Singgah Tuan Kadi,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru Akmal Khairi dikutip Jumat (6/2/2026).
Di lokasi tersebut, kegiatan inti akan berlangsung seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, termasuk prosesi simbolis memandikan anak yatim oleh wali kota.
“Di Rumah Singgah Tuan Kadi, itu acaranya seperti biasa, seperti memandikan anak yatim secara simbolis oleh bapak walikota,” tutup Akmal.
Petang Megang sendiri dikenal sebagai tradisi masyarakat Melayu yang dimaknai sebagai bentuk penyucian diri sekaligus mempererat kebersamaan menjelang Ramadan, dan hingga kini masih terus dilestarikan di Pekanbaru.








