oleh

TPPS Pekanbaru Butuhkan SPBE Gesa Penurunan Kasus Stunting

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pekanbaru menggelar rapat koordinasi di lantai 3, Ruang Rapat Diskominfotiksan, Gedung Utama Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (20/9).

Rapat dilakukan dalam rangka memastikan terlaksananya pengumpulan dan pengolahan data, pelaksanaan pemantauan dan evaluasi serta pengelolaan pengetahuan dan publikasi stunting.

TPPS Pekanbaru yang hadir, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru, Disdalduk KB, BPOM, Disketapang, dan Diskominfotiksan serta beberapa perangkat lainnya yang menghasilkan data-data terkait pengelolaan stunting.

Dalam rapat itu, Sekretaris Disdalduk KB Pekanbaru, Mawardi mengatakan Diskominfo menjadi pusat data dalam penanganan stunting di kota pekanbaru. Ia juga menyebutkan perlunya ketersediaan sistem informasi yang dapat memudahkan pengolahan data stunting.

“Kita ingin berkoodinasi terkait rencana pembangunan aplikasi stunting, data seperti apa yang dibutuhkan agar proses bisnis aplikasi ini dapat disusun sehingga nantinya dapat digunakan secara optimal. Tentu ada variabel-variabel yang diperlukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian Aplikasi dan Tata Kelola SPBE Diskominfotiksan Kota Pekanbaru, Deni Hidayat menambahkan bahwa kolaborasi dan keterlibatan aktif semua pihak sangatlah penting dalam upaya mengurangi tingkat stunting di Kota Pekanbaru.

“Aplikasi bukan hanya alat teknologi semata, tetapi juga alat untuk menggerakkan perubahan positif dalam masyarakat. Oleh karena itu, harus ada jalinan kemitraan yang kuat dengan semua pihak yang peduli terhadap kesejahteraan anak-anak,” terangnya.

“Dengan dukungan dan kontribusi aktif dari stakeholder, saya yakin kita dapat merancang dan mengimplementasikan aplikasi penanganan stunting yang efektif dan berdampak besar terhadap penurunan angka stunting di Kota Pekanbaru,” pungkas Deni.

Sebagai informasi, kasus stunting di Pekanbaru sebanyak 315 kasus setelah ditangani dan disaring menjadi 243, terdapat balita 59 bulan dan 5 tahun kebawah mereka yang terdampak oleh kasus stunting. Kemudian sebanyak 115 sudah ditangani oleh (BAAS).

Dalam rapat itu disepakati agar seluruh data-data per divisi terkait stunting sudah terkumpul pada 26 September mendatang. Adapun data-data tersebut akan menjadi bahan perancangan aplikasi oleh Tim IT Diskominfotiksan nantinya.