PEKANBARU (BM) – Angka penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pekanbaru tembus belasan ribu orang. DPRD Pekanbaru minta warga jangan sepelekan penyakit gangguan pernapasan ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru mencatat sebanyak 13.850 kasus ISPA sejak 24 Agustus 2026. Angka itu meningkat sejak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Pekanbaru.
Menanggapi itu, Anggota DPRD Pekanbaru Aidil Amri mengingatkan masyarakat agar jangan menganggap remeh ancaman ISPA. Ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
“Cara yang paling mudah mengantisipasinya, masyarakat pakailah masker. Paling tidak penyakit ISPA itu tidak mudah menyerang tubuh,” kata Aidil, Kamis (22/10/2026).
Kelompok yang paling rentan terdampak ISPA adalah anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit pernapasan lainnya. Kata Aidil, kesadaran masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah harus ditingkatkan.
“Masih kita sayangkan, sampai hari ini kita melihat banyak warga yang tidak mengenakan masker, terutama saat berada di jalanan, termasuk saat mengendarai sepeda motor,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan perlindungan diri selama kualitas udara belum membaik. “Kita harap masyarakat peduli akan kesehatannya. Khusus kepada orangtua, pastikan anak-anaknya pakai masker bila ke luar rumah,” karanya.
Ia menambahkan, aktivitas belajar tatap muka di sekolah yang saat ini berlangsung di tengah kondisi kabut asap, juga wajib memerhatikan imbuan ini. Kata dia, penggunaan masker ini perlu diperhatikan, baik saat berada di dalam ruang kelas, maupun ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Hanya dengan langkah ini, angka kasus ISPA bjsa ditekan, dan tidak berjatuhan korban lagi,” tegasnya.








