PEKANBARU (BM) – Provinsi Riau tercatat nihil titik panas atau hotspot Rabu (14/10/2026).
Meski demikian, kondisi asap yang masih tebal di sejumlah wilayah Riau menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama sistem pernapasan.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data, tidak ditemukan titik panas di wilayah Riau. Sementara itu, total hotspot di Pulau Sumatera tercatat sebanyak 333 titik.
Sebaran hotspot terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 214 titik. Kemudian Lampung sebanyak 70 titik, Bangka Belitung 42 titik, Jambi enam titik, dan Bengkulu satu titik.
“Untuk wilayah Riau terpantau nihil titik panas,” ujar Yasir P, Rabu (14/10/2026).
Meski tidak ditemukan hotspot, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kondisi asap yang masih tebal di Riau. BMKG mengingatkan bahwa paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya saluran pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan,” imbau BMKG.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” pungkasnya.







