PEKANBARU (BM) – Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatra meningkat menjadi 3.142 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan titik terdeteksi di Provinsi Riau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan hotspot di Riau tersebar di lima kabupaten/kota. Dua titik terdeteksi di Kabupaten Kuantan Singingi, dua titik di Pelalawan, dua titik di Indragiri Hulu, serta masing-masing satu titik di Kota Dumai dan Kabupaten Siak.
“Level confidence hotspot di Riau 30 hingga 79 persen. Ini masuk kategori sedang,” ujar Mari.
Sementara itu, provinsi Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak di pulau Sumatra, yakni 2.511 titik. Selanjutnya, Bangka Belitung 261 titik, Jambi 207 titik, dan Lampung 140 titik.
Sedangkan Sumatra Utara dan Sumatra Barat masing-masing terdeteksi lima titik panas. Bengkulu empat titik, Aceh satu titik.
Mari mengatakan kondisi asap di Riau masih cukup tebal. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat.
“Dengan jumlah hotspot di Sumatra yang mencapai 3.142 titik, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi paparan asap, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan,” katanya.







