oleh

Pedagang Masker di Pekanbaru Kebanjiran Pembeli di Tengah Kabut Asap Pekat

PEKANBARU (BM) – Kabut asap yang semakin pekat menyelimuti Kota Pekanbaru dalam beberapa wakti terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan permintaan masker.

Kondisi ini menjadi peluang rezeki musiman bagi sejumlah pedagang masker yang berjualan di tepi jalan.

Seperti yang diutarakan Mamak Pona (58), salah seorang pedagang yang sehari-hari menjual rokok, minuman kemasan dan minyak, mengaku penjualan masker meningkat seiring memburuknya kualitas udara.

Pona mengaku sudah menjual masker sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Saat ini, ia rutin memasok masker secara grosir dari Pasar Kodim untuk memenuhi permintaan pembeli.

Menurutnya, meningkatnya pembelian masker dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Harapannya masalah asap ini cepat selesai dan terbasmi supaya kita semua nggak gampang kena penyakit,” kata Pona kepada wartawan setelah melayani pembeli, Kamis (8/10/2026).

Kondisi berbeda dirasakan Kak Riri (35), pemilik toko sepatu dan sandal. Selain sepatu dan sandal, tokonya juga menjual kaus kaki serta sarung tangan. Masker hanya menjadi produk tambahan untuk mengisi etalase.

Meski pembelian masker meningkat saat kabut asap menebal, omzet keseluruhan tokonya masih tergolong biasa. Persaingan antar pedagang yang semakin ketat turut memengaruhi penjualan.

“Semoga jerebu cepat berlalu, kasihan anak-anak, apalagi yang masih SD. Supaya bisa belajar tatap muka lagi di sekolah dengan tenang,” ujar Riri.

Sementara itu, kabut asap juga memunculkan pedagang masker musiman. Salah satunya Keila Apriliya (15), siswi SMAN 14 Pekanbaru.

Keila yang biasanya membantu usaha keluarganya berjualan buah mangga di depan LPI mulai menjual masker sejak kabut asap semakin pekat dalam empat hari terakhir.

Dengan modal sekitar Rp400.000 untuk membeli stok masker di kawasan Jalan Nangka, Keila mengaku bisa memperoleh pendapatan hingga ratusan ribu rupiah per hari.

“Pendapatan harian bisa Rp250.000 sampai Rp300.000. Harapannya Pekanbaru bisa cepat pulih dari asap supaya anak-anak sekolah bisa belajar normal lagi,” pungkas Keila.